Soal Stigma No Viral No Justice, JARI 98 : Jangan Apa-apa Minta Kapolri, Biarkan Satwil Kerja Maksimal!

News1439 Dilihat

Jakarta – Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98), Willy Perkasa memberikan respons terkait dengan slogan “no viral no justice” yang marak dialamatkan sebagian publik Polri.

Artinya, sebuah kasus dianggap publik tidak akan ditangani oleh aparat penegak hukum seperti Polri jika tidak ramai dibicarakan oleh masyarakat khususnya di media sosial.

Ia memberikan saran agar semua jajaran di satuan kerja wilayah Polri di semua level harus bekerja maksimal. Menangani dan menuntaskan persoalan masyarakat yang ada di wilayah hukumnya.

“Setiap daerah ada Kasatwil baik Kapolda, Kapolres, Kapolsek, secara struktural memang ada dan setiap daerah pasti ada, jangan apa-apa minta Kapolri, kita coba laporkan dulu di Kapolsek hingga Kapolres,” kata Willy dalam podcast di Koma.id, Senin (10/7).

Ia menegaskan bahwa semua jajaran baik Kapolsek sampai Kapolda adalah jajaran terbaik yang mendapatkan amanah untuk menduduki posisi strategis itu.

Sehingga diharapkan semua masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dan maksimal dari institusi Korps Bhayangkara itu.

“Imbauan saya ke Kasatwil, bahwa saya percaya kalian jajaran PRESISI yang terbaik, kalian punya nurani, tanggung jawab, baik terhadap masyarakat dan Pancasila, selesaikan semua urusan di wilayah dengan sebaik mungkin, sebijak dan searif mungkin,” tuturnya.

Dengan kerja maksimal dan terbaik, maka para kepala satuan kerja wilayah tersebut sama halnya menjaga organisasi dari sentimen negatif masyarakat, termasuk ikut membantu kinerja Kapolri.

“Tidak membebani pimpinan,” sambungnya.

Dan kepada masyarakat, ia juga mengajak agar tidak semua masalah dilemarkan ke Kapolri. Akan tetapi melaporkannya terlebih dahulu ke sektir yang lebih dekat, baik di Polsek untuk wilayah desa dan kecamatan, Polres untuk wilayah Kabupaten atau Kota, dan Polda untuk wilayah Provinsi. Dengan demikian, hirarki pelayanan Polri bisa berjalan dengan baik.

“Jangan apa-apa minta Kapolri, kita coba laporkan dulu di Kapolsek hingga Kapolres, jangan bebani beliau (Kapolri) karena beliau menangani se Indonesia,” tutur Willy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *