Koordinator Nasional FPI Bersatu Umumkan Pembatalan Rencana Dzikir dan Doa Bersama di Depan Mabes Polri

News33 Dilihat

JAKARTA – Ustadz Samtidar Effendy Tomagola. M.Pd.I Kordinator Nasional Forum Pemuda Islam (FPI) Bersatu mengapresi Kapolri atas keterbukaan informasi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI (24/08) di Gedung Nusantara, Senayan.

Dengan keterbukaan informasi itu Kordinator Nasional Forum Pemuda Islam (FPI) Bersatu membatalkan rencana aksi Zikir dan Doa di depan Mabes Polri.

Kordinator Nasional Forum Pemuda Islam (FPI) Bersatu mengatakan, peristiwa kasus ‘Duren Tiga’ yang menewaskan seorang anggota Polri (Brigadir J) ini merupakan masalah yang harus segera diatasi secara tepat dan cepat. Tentunya kami berikan apresiasi kepada Kapolri beserta jajaran yang telah terbuka dalam RDP tersebut. Sehingga publik bisa menilai, bahwa indepedensi institusi Polri itu masih ada dan layak diberikan dukungan oleh masyarakat.

Ustadz Syam Tomagola kemudian melanjutkan, dari persoalan ‘Duren Tiga’ telah menjadikan mata masyarakat terbuka lebar bahwa institusi Polri perlu banyak pembenahan secara menyeluruh. Dia juga menuturkan bahwa dari kasus Ferdy Sambo hingga Konsorsium 303 ini merupakan pekerjaan rumah yang besar bagi Kapolri untuk bagaimana berbenah.

“Stigma publik tentang Polri hari ini sangat karena Sambo Effect dan berasumsi bahwa konsorsium 303 diduga mendapat bekingan dari petinggi Polri. Ini adalah PR besar dan berat bagi Kapolri dalam meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap Polri.” tegas ustadz Syam Tomagola

Kendati demikian Forum Pemuda Islam (FPI) masih optimis bahwa Kapolri bisa menyelesaikan persoalan yang ada didalam institusi Polri, dia  juga mendeklarasikan dirinya dan mengajak para masyarakat untuk terus mendorong serta mendukung Kapolri agar menuntaskan kasus yang ada didalam tubuh Polri.

“Kami optimistis Kapolri bisa menuntaskan kasus ‘Duren Tiga’ serta perjudian online atau konsorsium 303 sampai pada akar-akarnya. Namun, kami juga mengajak agar masyarakat turut memberi dukungan kepada Kapolri, karena sehebat apapun Polri tetap butuh dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.” imbuhnya.

Terkait dengan rencana aksi dzikir pada hari Jum’at, pihak telah dihubungi beberapa Ormas Islam maupun OKP untuk mengikuti aksi tersebut.

Dengan masuknya tuntutan peristiwa KM 50, hal tersebut membuat sumber berfikir akan berdampak buruk kepada sumber, mengingat sumber merupakan penyuluh agama di Kementerian Agama RI dan dapat memperburuk kredibilitas beliau di Pemerintahan dan dapat di pastikan jumlah masa yang besar akan berdatangan.

Sesuai pemberitahuan kegiatan sumber menargetkan 200 orang, namun dengan adanya beberapa Ormas Islam/ kelompok yang ingin ikut, hal tersebut menjadi pertimbangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *